Tidak Hanya Nyaman, Desain Ruang Bermain Seperti ini akan Aman untuk Balita

Memiliki anak balita yang sedang aktif bermain dan berusaha mengeksplor banyak hal yang berada di sekitarnya membuat para orang tua khawatir. Pasalnya, anak-anak biasanya sulit untuk diminta berhati-hati karena hanya peduli pada apa yang menarik perhatian mereka. Sudah menjadi tugas orang tua untuk selalu mengawasi anaknya, terutama saat mereka berusia 3 hingga 6 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak belum sekolah dan lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Oleh karena itu, gunakan karpet lantai minimal di tempat bermain anak sebagai pengaman karena anak bisa terjatuh atau terpeleset kapan saja. Karpet berbahan tebal dan lembut dapat mengurangi risiko kecelakaan karena saat anak terjatuh kepala mereka tidak langsung terbentur ke lantai yang keras.

3 Pilihan Desain untuk Ruang Bermain Balita yang Aman

Mendesain ruang bermain untuk balita sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan keindahannya, namun yang paling utama adalah memastikan bahwa desain tersebut aman untuk mereka. Pilih ruangan yang luas agar anak leluasa bergerak, sediakan item yang dapat menunjang perkembangan kreativitas anak, cat dinding ruangan dengan warna kesukaan anak, serta lakukan 3 hal berikut untuk membuat ruang bermain menjadi tempat yang aman bagi anak:

1. Lapisi Lantai dengan Karpet

Langkah pertama yang perlu orang tua lakukan untuk mendesain ruang bermain yang aman untuk balita adalah pergi ke toko karpet dan membeli karpet yang bahannya halus dan cukup tebal. Karpet tersebut dapat difungsikan sebagai pelindung yang dapat melindungi anak dari benturan ketika mereka tidak berhati-hati dan akhirnya terjatuh. Karpet juga dapat dipakai untuk memberikan kesan rapi jika warna yang dipilih adalah warna-warna kalem dan polos. Selain itu, meski harga karpet bermotif lebih mahal, dengan karpet yang berwarna-warni dan bermotif karakter kartun yang disukai anak, anak akan lebih nyaman bermain di ruang bermain daripada di luar rumah.

2. Hindari Furnitur yang Ujungnya Tajam

Selain menggunakan karpet lantai sebagai pengaman, orang tua harus pandai memilih furnitur yang akan ditempatkan di ruang bermain anak. Hindari furnitur yang ujungnya tajam, furnitur yang mudah roboh, serta pastikan bahan baku furnitur tersebut kuat. Jika di dalam ruang bermain akan ditambahkan alat-alat bermain seperti panjat dinding, perosotan, atau tangga untuk rumah pohon, sesuaikan ketinggiannya dengan tinggi anak. Jangan memasang alat-alat bermain dengan ketinggian lebih dari 1,5 meter karena berbahaya bagi anak balita.

3. Tempatkan Beberapa Rak untuk Tempat Penyimpanan

Toko lantai karpet menyediakan berbagai jenis karpet dengan berbagai ukuran. Untuk membuat ruang bermain yang aman, belilah karpet hanya untuk di tengah ruangan. Sedangkan untuk bagian samping di dekat dinding, tempatkan beberapa rak untuk tempat penyimpanan mainan dan buku bacaan. Dengan adanya rak, tidak ada mainan yang berceceran di karpet dan menyebabkan anak celaka jika tidak sengaja menginjaknya. Rak juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengajari anak disiplin sejak dini dengan memintanya menyimpan kembali barang-barang di ruang bermainnya ke rak-rak tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *